Promo Pena

Berapi-api, Warga Sombu Siap Menangkan HATI 80 Persen

PENASULTRA.ID, WAKATOBI – Dukungan politik untuk pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, H. Haliana-Ilmiati Daud datang dari warga Desa Sombu, Kecamatan Wangiwangi.

Dengan “berapi-api” mereka mengaku siap memenangkan pasangan berakronim HATI tersebut dengan presentase 80 persen dari jumlah wajib pilih yang ada di Desa Sombu.

Semangat perjuangan memenangkan HATI dikobarkan saat kampanye dialogis yang digelar di Desa Sombu, 3 November 2020.

Antusias warga menghadiri kampanye tak terbendung. Selain 50 kursi dalam tenda kampanye penuh terisi, ratusan warga Sombu turut hadir menyaksikan paparan program kandidat dari kejauhan.

Salah seorang warga, Anci mengatakan, salah satu alasan warga Sombu memenangkan pasangan nomor urut 2 di basis petahana tersebut adalah kekecewaan masyarakat terhadap pemda yang dinilai tidak mampu menyelesaikan masalah, termasuk maraknya kapal pelingkar yang dikeluhkan nelayan, meskipun sudah diupayakan pihak pemda.

“Selain itu, tidak ada perhatian dari pemda dalam mengembangkan pariwisata di Desa Sombu. Padahal desa ini sudah ditetapkan sebagai desa Wisata. Selama ini program yang masuk itu hanya bersumber dari bantuan pusat dan ADD/ DD,” kata Anci.

Menurutnya, atas keresahan yang dialami sebagian besar masyarakat Sombu, masyarakat Sombu telah berikrar untuk memenangkan pasangan HATI di desa yang selama ini dianggap merupakan basis lawan.

“Kami tidak menjanjikan 100 persen pak. Tapi kalau 80 persen kami siap menangkan,” tegas Anci.

Sementara itu, Haliana mengatakan, meskipun laut bukan lagi merupakan wewenang kabupaten kota. Tetapi ruang pemanfaatan laut dapat dikelolah pemda untuk kesejahteraan masyarakat terutama nelayan.

Hal itu telah dirumuskan dalam pengembangan perikanan terpadu. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah nelayan harus diajak melakukan penangkapan ikan secara modern agar mendatangkan hasil yang memuaskan.

“Letak persoalan yang dihadapi nelayan kita saat ini adalah hasil tangkap berkurang akibat maraknya nelayan. Kalau kita programkan kapal pelingkar untuk semua nelayan bekerja. Kemudian hasilnya dibeli Pemda dengan harga tinggi saya kira masyarakat kita akan lebih sejahtera, karena pendapatannya pasti bertambah,” terangnya.

Selain itu, kata Haliana, jarak rompong dengan pantai perlu dievaluasi. Ia berharap, ada intervensi anggaran dari pemerintah agar rompong yang diletakan lebih jauh dari batas pantai sehingga tidak mengganggu nelayan konvensional.

Untuk pariwisata, lanjut Haliana, semua kawasan yang sudah masuk dalam peta destinasi pariwisata akan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya. Khusus Desa Sombu beberapa potensi destinasi seperti wisata pantai, diving, snorkeling yang sudah akan dikembangkan lebih modern.

“Begitu juga dengan kerajinan warga bisa kita berikan pelatihan agar hasilnya bisa lebih berkualitas, sehingga wisatawan yang berkunjung dapat membeli sebagai ole ole khas Desa Sombu,” tutup Haliana.

Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.