Promo Pena

Percepat Pemulihan Ekonomi, OJK Siapkan 6 Inisiatif Strategi Kebijakan 2021

PENASULTRA.ID, NTT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan enam inisiatif strategis kebijakan di 2021 untuk menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan di sektor jasa keuangan termasuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat membuka rapat kerja strategis OJK 2021 secara virtual di tengah kunjungannya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia mengatakan, keenam inisiatif tersebut yakni arah pengembangan dan pengawasan Sektor Jasa Keuangan (SJK) dan penajaman pengawasan SJK terintegrasi berbasis teknologi informasi. Lalu percepatan digitalisasi serta optimalisasi ekosistem digital dan literasi digital untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Kemudian perluasan akses keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan UMKM dan pemulihan ekonomi nasional, penguatan ketahanan dan daya saing SJK serta pengembangan sustainable finance.

Menurut Wimboh, enam inisiatif strategis 2021 ini akan menjadi acuan OJK dalam menjalankan berbagai kebijakan OJK yang antara lain fokus pada upaya mendorong SJK menjadi katalis percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Saya minta semua kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK betul-betul mampu menjadi obat yang mujarab bagi terciptanya sektor jasa keuangan yang stabil serta mampu mewujudkan quantum leap dalam proses pemulihan ekonomi,” kata Wimboh melalui rilis persnya, Sabtu 7 November 2020.

OJK juga akan mengarahkan kebijakannya untuk memperkuat industri jasa keuangan dengan melakukan desain ulang industri jasa keuangan serta penerapan konsolidasi yang tegas.

Hal itu dilakukan agar pelaku industri keuangan menjadi lebih kokoh dan memiliki daya saing tinggi, baik di industri perbankan, IKNB (lembaga pembiayaan dan asuransi) maupun pasar modal (manajer investasi dan perusahaan efek).

Digitalisasi di sektor jasa keuangan yang terintegrasi dengan sektor riil, kata Wimboh, juga akan dipercepat untuk saling menguatkan dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Begitu pula kebijakan untuk meminimalkan terjadinya regulatory arbitrage antar-sektor di industri jasa keuangan. Kami akan terus meningkatkan kontribusi SJK dalam mendukung tercapainya SDGs melalui sustainable finance,” bebernya.

Sementara upaya memperluas akses keuangan dan peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat, pelaku usaha ultra mikro dan UMKM akan ditingkatkan secara masif.

“Berbagai inisiatif dalam meningkatkan akses dan literasi keuangan akan terus didorong, seperti KUR klaster, Bank Wakaf Mikro dan lain-lain,” tambah Wimboh.

Berbagai kebijakan OJK ke depan ini akan dituangkan dalam master plan sektor jasa keuangan 2020-2024 yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

“Rakerstra OJK 2021 kali ini mengundang Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menyampaikan berbagai perkembangan perekonomian di NTT dan mendiskusikan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi di NTT yang bisa didorong oleh sektor jasa keuangan,” tutup Wimboh.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.