PENASULTRA.ID, BUTON – Guna mempercepat penurunan angka stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama tim terpadu percepatan penurunan stunting nasional gencar menggelar Forum Group Discussion (FGD).
Tidak hanya Sultra, gerakan nasional ini juga dilakukan secara bersamaan di belasan provinsi lainnya yang menjadi prioritas penanganan stunting.
Di Sultra, wilayah Kabupaten Buton, Buton Tengah dan Muna menjadi fokus pendampingan.
Saat ini FGD tengah dilaksanakan di Desa Takimpo dan Kaongkeongkea, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton secara hybrid. Adapun narasumber dan fasilitator dari Sekretariat Kabinet, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Agama, Kemenko PMK, dan BKKBN.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Buton serta diikuti para peserta dari TPPS kabupaten, kecamatan, desa dan tim pendamping keluarga (TPK) ini direncanakan akan berlangsung hingga 21 Juli 2022.
FGD pendampingan terpadu percepatan penurunan stunting ini bertujuan sebagai media diskusi untuk menelaah isu–isu yang menjadi kendala dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting di lapangan.
Kemudian, mengidentifikasi permasalahan, mencari solusi serta memberikan rekomendasi/RTL dan pendampingan berkelanjutan.
Direktur Bina Ketahanan Balita dan Anak BKKBN, Irma Ardiana mengatakan, agar target kasus percepatan penurunan stunting wilayah Sultra berjalan lancar dibutuhkan komitmen dan koordinasi seluruh instansi terkait, melalui pendekatan pada hulu.
“Strategi pencegahan stunting dari hulu merupakan upaya preventif untuk memastikan setiap Catin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil,” ungkapnya, Rabu 20 Juli 2022.
Melalui edukasi kesehatan reproduksi, gizi, penyiapan kehidupan berkeluarga, skrining, edukasi, dan Pendampingan Catin/Calon PUS, kata dia juga dimaksudkan untuk memastikan setiap Catin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.
Strategi pencegahan stunting dari hulu diimplementasikan dalam bentuk “Aplikasi Elsimil” atau elektronik siap nikah dan hamil yang berfungsi sebagai alat skrining untuk mendeteksi faktor risiko pada Catin.
Discussion about this post