PENASULTRA.ID, WAKATOBI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi terus berupaya menghadirkan listrik 24 jam di Pulau Kaledupa dan Binongko.
Teranyar, dari hasil pertemuan dengan PLN ULP Baubau sebagai tindak lanjut MoU PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulserabar pada 2021 lalu, disepakati dalam waktu dekat tangki bahan bakar minyak (BBM) masing-masing berkapasitas 15 ribu liter dan satu tangki berkapasitas 24 ribu liter segera dimobilisasi ke Kaledupa dan Binongko.
Hal itu dilakukan sembari menunggu penyusunan draf perjanjian kerja sama (PKS) yang sedang digodok kedua belah pihak.
“Jadi tanggal 22 Agustus ini kita akan pertemuan lanjutan untuk membahas rancangan PKS. Setelah itu akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan bersama PKS antara pemda dan PLN”, kata Kepala Dinas PU Tata Ruang Wakatobi, Kamaruddin, Minggu 14 Agustus 2022.
Menurutnya, setelah penandatanganan MoU, pemda menunggu kesiapan PLN untuk bekerja mempersiapkan segala hal sebelum listrik dioperasikan.
Dalam pengembangan dan pengoperasian infrastruktur ketenagalistrikan 24 jam di wilayah Kaledupa dan Binongko, Pemkab Wakatobi dibebankan menanggung BBM untuk operasional disiang hari. Sedangkan PLN dimalam hari seperti biasanya.
“Dari anggaran sekitar Rp4 miliar yang disiapkan di APBD 2022 dalam hitungan sebelum itu sudah cukup. Tapi dengan kenaikan harga BBM akan mempengaruhi volume,” ujar Kamaruddin
“Sehingga apabila listrik sudah bisa dinyalakan siang dan malam diakhir 2022 ini maka kita akan sesuaikan dengan anggaran. Tapi kalau 2023 baru bisa beroperasi maka tentu pemda akan mengusulkan tambahan anggaran,” Kamaruddin menambahkan.
Discussion about this post