PENASULTRA.ID, KENDARI – Beberapa waktu lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Dari survei tersebut, data LSI Denny JA menunjukkan, lebih dari 60 persen pemilih di Sultra mengutamakan kemampuan calon gubernur dalam menyelesaikan masalah ekonomi, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan dan lapangan pekerjaan daripada mempertimbangkan isu-isu primordial seperti kesamaan etnis.
Hasil survei itu dinilai tidak komprehensif oleh Pengamat Politik Sulawesi Tenggara (Sultra), M. Najib Husain.
Menurutnya, dari hasil survei LSI Denny JA terkesan lebih fokus pada persoalan pertanyaan apakah pemilih (voter) memilih calon gubernur berdasarkan kesamaan etnis di Sultra.
“Poin tersebut tidak terlalu penting untuk dibahas karena yang paling penting adalah bagaimana menampilkan calon-calon yang betul-betul punya program kerja dan bisa memenuhi apa menjadi kebutuhan masyarakat di Sultra, karena ini yang dibutuhkan pemilih,” kata Najib, Kamis 2 Mei 2024.
Ia mengatakan, persoalan yang harusnya diungkap (dirilis) oleh LSI terkait pertanyaan apa latar belakang dari calon gubernur yang paling dibutuhkan oleh pemilih saat ini. Sebab, para calon gubernur yang tampil pada Pilkada November 2024 mendatang punya latar belakang yang berbeda mulai dari politisi, mantan birokrasi, mantan TNI dan sebagainya. Latar belakang para kandidat tersebut menarik untuk dicermati dan bisa mewarnai pengetahuan pemilih.
Discussion about this post