• Latest
  • Trending
  • All
  • #Headline
  • Advetorial
  • Kepulauan
  • Daratan

Digitalisasi dan Revitalisasi: Dua Sayap Pendidikan Modern

15 September 2025

UTTC Soroti Penyelenggaraan Kejuaraan Taekwondo, Komisi Etik Diminta Bertindak

5 Juni 2026

Di Balik Senyum Bunga, Ada Upaya Pemulihan Trauma Anak Korban Kekerasan di Konsel

5 Juni 2026

OJK Setujui Merger 5 BPR di Sulawesi, Perkuat Modal dan Layanan UMKM

4 Juni 2026

Oknum Pengacara di Baubau Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Sengketa Tanah

4 Juni 2026

Claro Kendari Siapkan Nobar Seru FIFA World Cup 2026 Mulai Rp50 Ribu

4 Juni 2026

Sensus Ekonomi 2026, BPS Konut Siapkan Petugas Hasilkan Data Akurat

3 Juni 2026

Fraksi Gerindra DPRD Muna Apresiasi Keputusan Pergantian Pimpinan BGN

3 Juni 2026

ABUPI Dorong SDM Kepelabuhanan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Global

3 Juni 2026

Pertamina Apresiasi Langkah Polda Sulsel Dalam Penindakan Penyalahgunaan BBM Subsidi

2 Juni 2026

Mulai 1 Juni, Pertamina Turunkan Harga BBM Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo

2 Juni 2026

PT ANTAM UBPN Konut Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir

2 Juni 2026

Kinerja Solid Tahun Buku 2025 dan Penetapan Dividen Tandai RUPST PT Vale

2 Juni 2026
Sabtu, 6 Juni 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Profil
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Hak Jawab
Penasultra.id
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
Penasultra.id
No Result
View All Result
  • #Headline
  • PenaPembaca
  • PenaHealth
  • PenaKuliner
  • PenaOto
  • LayarPena
  • PenaSport
  • LensaPena
  • FigurPena
ADVERTISEMENT
Home PenaPembaca

Digitalisasi dan Revitalisasi: Dua Sayap Pendidikan Modern

Redaksi Penasultra.id by Redaksi Penasultra.id
15 September 2025
in PenaPembaca
A A
0

Guru sedang mengajari muridnya pada mata pelajaran. Foto: Pixabay

3
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Fadil Maman

Dunia pendidikan Indonesia tengah berada pada persimpangan besar. Di satu sisi, tuntutan global mengharuskan lahirnya generasi muda yang kompetitif, inovatif, dan adaptif. Namun di sisi lain, realitas di lapangan masih menunjukkan ketimpangan sarana dan prasarana yang menghambat pencapaian cita-cita itu.

Menurut BPS 2024, sekitar 36 persen sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) masih berstatus rusak berat. Bahkan, laporan lapangan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, mencatat lebih dari 40 sekolah dasar masih mengandalkan ruang kelas darurat berbahan kayu dan seng.

Dalam konteks ini, pemerintah menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar proyek renovasi gedung jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk membangun fondasi pendidikan modern yang berdaya saing global.

Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik sekolah, tetapi juga mengubah kualitas proses belajar-mengajar. Beriringan dengan itu, percepatan digitalisasi menjadi pilar kedua yang menopang transformasi. Keduanya—revitalisasi dan digitalisasi—ibarat dua sayap yang harus bergerak serempak agar pendidikan Indonesia mampu terbang tinggi menghadapi era disrupsi.

Revitalisasi sekolah diposisikan sebagai upaya terukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah. Kemendikdasmen 2025 mencatat, sebanyak 13.000 sekolah dan madrasah telah masuk dalam program revitalisasi.

Dari jumlah itu, 10.440 satuan pendidikan ditetapkan sebagai prioritas karena kondisinya paling memprihatinkan, mulai dari ruang kelas bocor, laboratorium kosong, toilet tidak berfungsi, hingga perpustakaan tanpa koleksi buku.
Program ini adalah bagian dari komitmen nasional untuk menghadirkan mutu pendidikan merata di seluruh wilayah.

Revitalisasi menyasar sarana inti—ruang kelas, ruang guru, ruang administrasi, laboratorium, perpustakaan, toilet, hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS)—sebagai basis terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan kondusif. Seperti diyakini banyak pihak, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di panggung global.

Namun revitalisasi tidak bisa dibebankan pada pemerintah pusat semata. Program ini adalah tanggung jawab bersama yang menuntut keterlibatan aktif pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci: tanpa gotong royong, sulit membayangkan mimpi menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa bisa terwujud.

Fakta Lapangan: Kesenjangan yang Menganga

Di balik gencarnya program revitalisasi, kesenjangan akses pendidikan masih menjadi luka lama yang belum sembuh. Laporan Kemendikbudristek 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 45 ribu sekolah dasar dan menengah di Indonesia tercatat dalam kondisi rusak sedang hingga berat. Angka ini setara dengan hampir 28 persen total sekolah nasional.

Kesenjangan semakin terlihat di daerah-daerah terpencil. Di Kabupaten Jayawijaya, Papua, sejumlah sekolah dasar masih menggelar kegiatan belajar di rumah warga karena bangunan sekolah rusak parah. Sementara di Kalimantan Barat, sekitar 29 persen sekolah menengah belum memiliki perpustakaan yang layak, sehingga siswa tidak memiliki akses memadai terhadap bahan bacaan pendukung.

Tidak hanya infrastruktur, dampak sosial dari kesenjangan ini pun terasa nyata. Data BPS 2023 mencatat bahwa angka putus sekolah di tingkat SMP di wilayah 3T mencapai 4,2 persen, hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 2,3 persen.

Banyak anak akhirnya memilih berhenti sekolah dan membantu orang tua bekerja karena fasilitas belajar di sekolah tidak mendukung. Keterbatasan ini berimbas pada migrasi pendidikan. Orang tua di daerah tertinggal yang mampu secara ekonomi cenderung mengirim anak mereka ke kota besar agar mendapat fasilitas yang lebih baik. Namun, pilihan ini justru memperlebar jurang antara keluarga mampu dan kurang mampu.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan tren global. Menurut World Bank 2023, negara tetangga seperti Malaysia telah mencapai 90 persen sekolah dengan akses laboratorium sains dan komputer, sementara Indonesia masih tertahan di angka 62 persen.

Keterbatasan fasilitas ini berimplikasi langsung pada rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa Indonesia, yang tercermin dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, di mana Indonesia menempati peringkat 69 dari 81 negara.

Baca Juga

TKA dan Upaya Membaca Realitas Pendidikan Indonesia Secara Objektif

Memaknai Tes Kemampuan Akademik sebagai Basis Pemetaan Mutu Pendidikan

Menggerakkan Pendidikan, Mengubah Masa Depan: Refleksi Capaian Satu Tahun

Belajar dari Perubahan: Bagaimana Pendidikan Indonesia Menjadi Lebih Inklusif dan Adil

Situasi ini memperlihatkan bahwa revitalisasi sekolah bukan semata proyek pembangunan fisik, melainkan sebuah strategi nasional untuk menutup jurang ketidakadilan pendidikan. Tanpa intervensi menyeluruh, generasi muda di daerah 3T akan terus berada dalam lingkaran keterbatasan, sulit bersaing dengan siswa di kota besar maupun dengan generasi muda di negara tetangga yang lebih siap menghadapi era digital dan globalisasi.

Revitalisasi dan Digitalisasi Berjalan Seiring

Transformasi pendidikan Indonesia memasuki babak baru. Revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran kini ditempatkan sebagai dua strategi utama yang berjalan berdampingan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, pembangunan fisik tanpa digitalisasi hanya akan menghasilkan sekolah dengan wajah lama dalam gedung baru.

“Peningkatan sarana dan prasarana sekolah menjadi prioritas. Tahun ini, 10.440 satuan pendidikan direvitalisasi. Dana pembangunan ditransfer langsung ke rekening sekolah agar pelaksanaan lebih cepat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya dalam keterangan pers, September 2025.

Namun revitalisasi fisik hanyalah salah satu sisi. Pemerintah juga mempercepat pengadaan smart classroom yang dilengkapi smart TV, perangkat audio-visual, serta jaringan internet sekolah. Langkah ini dipandang penting bukan hanya untuk memperluas akses sumber belajar berkualitas, tetapi juga untuk memastikan bahwa siswa Indonesia terbiasa dengan ekosistem digital global yang kini menjadi standar kompetensi abad ke-21.

Fenomena ini mencerminkan perubahan tren global yang tidak bisa diabaikan. Data Kemendikbudristek 2023 menunjukkan, pascapandemi proporsi siswa yang menggunakan internet untuk belajar meningkat signifikan. Akan tetapi, kesenjangan antar jenjang masih menganga: hanya 35,9 persen siswa SD yang rutin memanfaatkan internet untuk belajar, dibandingkan dengan 91 persen di SMA/SMK.

Gap ini menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh terfokus di kota besar saja. Dibutuhkan strategi afirmatif, mulai dari subsidi internet, penyediaan perangkat di sekolah, hingga pelatihan literasi digital dasar bagi siswa di daerah terpencil.
Digitalisasi juga telah mengubah wajah pedagogi. Buku teks digital, media interaktif, hingga simulator virtual kini mulai diperkenalkan.

Guru yang sebelumnya terbatas pada metode ceramah, kini ditantang menggunakan presentasi multimedia, video pembelajaran, dan platform kolaboratif online.

Menurut laporan APJII 2024, tingkat penetrasi internet di kalangan pelajar mencapai 78,9 persen, tetapi distribusinya timpang. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, akses internet stabil dan memungkinkan pembelajaran hybrid berjalan baik. Sebaliknya, di banyak desa sinyal masih menjadi masalah klasik; siswa harus berjalan beberapa kilometer hanya untuk mendapat jaringan.

Selain persoalan infrastruktur, tantangan berikutnya adalah kesiapan tenaga pendidik. Tidak semua guru memiliki keterampilan memanfaatkan perangkat digital secara maksimal. Studi Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan 2024 menunjukkan bahwa hanya 47 persen guru SMP yang merasa percaya diri menggunakan media interaktif dalam pembelajaran daring. Kesenjangan kompetensi guru ini bisa menjadi penghambat apabila tidak diimbangi dengan pelatihan berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, digitalisasi pendidikan juga membawa implikasi sosial-ekonomi. Anak-anak dari keluarga miskin berisiko tertinggal karena keterbatasan perangkat pribadi. Survei SMERU Research Institute 2023 mencatat bahwa hanya 52 persen rumah tangga miskin yang memiliki perangkat gawai layak untuk pembelajaran daring.

Kondisi ini menegaskan bahwa distribusi laptop atau tablet gratis bagi siswa di wilayah rentan perlu masuk ke dalam kebijakan jangka panjang, agar digitalisasi tidak melahirkan “kelas sosial baru” di dunia pendidikan. Dengan begitu, revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran tidak bisa dipandang sebagai dua agenda yang terpisah.

Keduanya ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi: infrastruktur fisik menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman, sementara digitalisasi membuka akses ke dunia pengetahuan tanpa batas. Tanpa keduanya, sulit membayangkan pendidikan Indonesia mampu bersaing di era globalisasi yang sarat teknologi dan disrupsi.

Page 1 of 2
12Next
Tags: DigitalisasiFadil MamanPendidikanPendidikan Modern
Share1Tweet1SendShare
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pasang Iklan Penasultra

Ikuti Kami :

ADVERTISEMENT
Previous Post

Video: Irham Kalenggo Dorong Anak Jadi Pemimpin Masa Depan

Next Post

Ketum PWI Ajak Dewan Pers Bersinergi Perkuat Peran Pers Indonesia

RelatedPosts

Rahasia Kesehatan Jantung di Balik Tawaf

23 Mei 2026

Ironi Umat: Berebut Sujud di Tanah Suci, Meninggalkan Masjid di Tanah Air

21 Mei 2026

Menjaga Kebenaran Informasi di Era Disrupsi Media

18 Maret 2026

Advokat Perempuan dan Masa Depan Integritas Profesi Hukum

16 Maret 2026

Merawat Marwah Pers, Menyongsong 9 Tahun Pengabdian SMSI

4 Maret 2026

Babad Gedung Tua yang Kini Jadi Kantor SMSI Pusat

28 Februari 2026
Load More
Next Post

Ketum PWI Ajak Dewan Pers Bersinergi Perkuat Peran Pers Indonesia

Discussion about this post

PenaEkobis

PenaEkobis

OJK Setujui Merger 5 BPR di Sulawesi, Perkuat Modal dan Layanan UMKM

by Redaksi Penasultra.id
4 Juni 2026
0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyetujui penggabungan (merger) lima Bank Perekonomian Rakyat (BPR) ke dalam PT BPR Pataru Laba yang...

Read moreDetails

Claro Kendari Siapkan Nobar Seru FIFA World Cup 2026 Mulai Rp50 Ribu

4 Juni 2026

Mulai 1 Juni, Pertamina Turunkan Harga BBM Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo

2 Juni 2026

Kinerja Solid Tahun Buku 2025 dan Penetapan Dividen Tandai RUPST PT Vale

2 Juni 2026

Rahasia Resale Value Toyota Kokoh, Servis Berkala Jadi Kunci Investasi Kendaraan

2 Juni 2026

Recommended Articles

LPAI-DP3A Konsel Bantu Beasiswa Anak Terdampak Kasus Pelecehan Seksual

19 Mei 2026

Harga Pangan Dorong IPH Sinjai Terendah di Sulsel

21 November 2025

BAI Combat 2023 Sukses Digelar

3 Desember 2023

Rp160 Juta Dana BUMDes di Parigi Diduga Mengendap

3 Juli 2022

Warga Miskin tak Tercatat di PKH, Haliana: Kami Bakal Usul 10 Ribu KK

17 November 2020
Load More

Populer Minggu Ini

  • Fraksi Gerindra DPRD Muna Apresiasi Keputusan Pergantian Pimpinan BGN

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Oknum Pengacara di Baubau Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Sengketa Tanah

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Greysia Poli/Apriyani Rahayu Raih Golden Award Siwo PWI 2021

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Hari Lahir Pancasila, BRI BO Kendari By Pass Bumikan Nilai Pancasila Lewat Integritas Kerja

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kalla Toyota Hadirkan Program Test Drive New Veloz Hybrid Berhadiah Motor Listrik

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
logo penasultra

penasultra.id
PT Pena Sultra Grup
(Penerbit/Pengelola Penasultra.id)
NPWP: 93.591.690.8-811.000

Kontak »

Advetorial

Peluh Prajurit TMMD 125 Jadi Harapan Baru Warga Nekudu Konawe

Evaluasi Pilkada 2024, Cara KPU Sultra Siapkan Strategi Pemilu Lebih Berkualitas

KPU Sultra Resmi Tetapkan Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih 2025-2030

Link Corner

  • Dewan Pers
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Serikat Media Siber Indonesia
  • Siberindo.co
  • Dinamikasultra.com
  • Triaspolitika.id
  • Metrosultra.id
  • Bikasmedia.com

  • Profil
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Hak Jawab
  • Kontak
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️

error: Maaf tidak bisa.!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
SMSI - Dewan Pers Penasultra.id

Ikuti Kami :

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️