“Justru yang melakukan intimidasi terhadap warga adalah pihak lawan. Mereka memanfaatkan program pemerintah pusat seperti PKH, meteran listrik dan BSPS untuk mendapatkan suara. Bagi warga masyarakat yang tidak mendukung kandidatnya tak jarang mendapat tekanan,” terang Rahim.
“Jadi marilah kita sama-sama menjaga demokrasi kita agar pilkada berjalan damai dan lancar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Untuk diketahui, di beberapa media online, Mukhlis yang juga merupakan tokoh Kaledupa pendukung Arhawi-Hardin La Omi meminta agar lawan politiknya menghentikan cacian dan fitnah terhadap Arhawi melalui mimbar kampanye beberapa waktu lalu.
Selain itu, dia juga menuding Ilmiati Daud tidak bekerja secara baik selama menjadi Wakil Bupati.
Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post