“Waktu workshop, kebetulan Kandar memang sudah punya beberapa lagu yang dia ciptain sendiri. Kemudian pas kita dengerin bersama, kita merasa lagu ini yang paling cocok karena secara notasi memiliki banyak hook yang catchy dan cocok juga dengan karakter vokal gue. Yang paling penting, lagu ini adalah sebuah lagu yang fresh, ringan dan salah satu lagu yang memiliki kriteria gampang untuk dinyanyikan dari saat pertama kali didengarkan,” ungkap Arbil soal alasan memilih lagu ini sebagai single pertama.
Proses produksi lagu ini diakui oleh para personil Airplane Mode cukup menguras tenaga. Karena guna mendapatkan hasil yang memuaskan, butuh waktu beberapa kali revisi untuk kesempurnaan lagu ini hingga akhirnya siap dirilis.
“Kalo proses rekaman sih enggak lama karena lagunya memang sudah ada. Kita tinggal isi musiknya aja, gue take ulang drum-nya dengan groove gue, Arbil isi bagian gitar dan vokal dengan caranya Arbil. Tapi revisi-revisi secara Mixing dan Mastering-nya aja sih yang kemarin lumayan lama, karena beberapa kali kita masih merasa kurang puas jadi bolak-balik revisi disitu,” ujar Ryan.
Airplane Mode memutuskan berkarya di jalur independen dengan memproduksi dan mempublikasikan lagu-lagu mereka sendiri. Tidak mau muluk-muluk, Airplane Mode berencana kedepannya akan merilis beberapa single terlebih dahulu dan mencoba meramu karya baru yang diharapkan bisa menjadi sesuatu yang berbeda, termasuk berkolaborasi dengan penyanyi, DJ ataupun musisi lainnya.
“Karena gue punya lini brand pakaian sendiri, Airplane Mode juga enggak mau keluar sebagai sebuah grup musik yang asal keluar karya aja. Gue dan Ryan memang berkomitmen untuk bermusik yang serius termasuk urusan penampilan. Kita pikirin bersama secara konsep musik, fashion dan visi Airplane Mode kedepan akan seperti apa. Harapannya ini bisa menjadi sesuatu yang baru yang disukai dan diterima oleh seluruh penikmat musik Indonesia,” tutup Arbil.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post