Selain itu, pada Maret 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sultra yang diukur oleh Gini Rasio adalah sebesar 0,390.
“Saya menyampaikan terima kasih karena sinergi BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mampu menjaga stabilitas sistem keuangan di Sultra sepanjang 2021,” ucapnya.
Dari sisi stabilitas harga, selama 2021, kerja keras bersama dari seluruh unsur Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di provinsi dan kabupaten kota serta Satgas Pangan telah berhasil mengendalikan inflasi di level yang rendah di tengah berbagai gangguan cuaca dan distribusi.
“Kami berterima kasih untuk institusional leadership yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia, baik dalam TPID juga dengan OJK membantu menciptakan iklim yang positif untuk pembangunan dan investasi,” tutur dia.
Pemprov Sultra mengapresiasi BI yang telah mendorong percepatan digitalisasi daerah, merupakan syarat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Selain telah memiliki 18 TPID, sinergi Pemprov-BI juga membuahkan adanya 18 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se Sultra.
“Selaku Ketua TP2DD Provinsi Sultra, saya akan terus mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) dan mengakselerasi digitalisasi di daerah,” tandas dia.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post