“Pengelolaan sampah yang baik dimulai dari pemilahan di rumah. Ketika masyarakat mampu memilah sampah dengan benar, maka proses pengolahan dan pemanfaatannya akan jauh lebih mudah dan efektif,” jelas Sri.
Pada sesi berikutnya diisi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lasolo dan Molawe yang memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos padat dan pupuk organik cair menggunakan drum komposter.
Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan teori, tetapi juga mengikuti demonstrasi langsung mengenai tahapan pengolahan sampah organik hingga menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian dan pekarangan rumah tangga.
Kepala Desa Mowundo, Naniyatin menyambut baik dukungan yang diberikan perusahaan dan berharap program ini dapat menjadi awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di desa.
“Kami berterima kasih kepada PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara, DLH, dan BPP yang telah memberikan edukasi serta fasilitas pendukung kepada masyarakat. Program ini sangat bermanfaat dan kami berharap dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin terbiasa memilah dan mengolah sampah secara mandiri. Akan kami buktikan bahwa kami sebagai warga berkomitmen penuh dalam menjalankan kepercayaan yang sudah diberikan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konut menyerahkan fasilitas berupa tong sampah terpilah tiga jenis untuk masing-masing enam RT yang tersebar di tiga dusun Desa Mowundo, serta dua unit drum komposter yang akan digunakan sebagai sarana praktik dan pengolahan sampah organik oleh masyarakat.
Program ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi dan penyerahan sarana. Ke depan, PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konut bersama pemerintah desa dan para pemangku kepentingan akan terus melakukan pendampingan dan penguatan kolaborasi agar pengelolaan sampah dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Desa Mowundo.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post