Proses penghargaan ini secara keseluruhan terdiri dari lima tahap. Pertama, sosialisasi-pendaftaran dengan mengirim proposal dan video. Kedua, Penjurian oleh Tim Juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, pelaku seni, wartawan kebudayaan, dan wakil PWI.
Ketiga, presentasi dan verifikasi 10 bupati/wali kota yang proposal dan videonya terbaik. Keempat, pengumuman nominator penerima AK-PWI 2022. Kelima, penerimaan penghargaan pada puncak HPN 2022, yang tradisinya dihadiri Presiden.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada HPN Lombok 2016 era Ketua Umum PWI Margiono, hingga HPN 2020, dan 2001 era Atal S. Depari, sudah 27 bupati/wali kota yang menerima penghargaan tersebut.
Di antaranya Wali Kota Bandung (2013-2018) Ridwan Kamil, sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat saat ini, Bupati Banyuwangi -Jawa Timur (2016-2021) Abdullah Azwar Anas, Bupati Wakatobi – Sulawesi Tenggara (2011-2016) Hugua, Wali Kota Baubau – Sulawesi Tenggara H. AS Tamrin.
Kemudian, Bupati Luwu Utara-Sulawesi Selatan Hj.Indah Putri Indriani, Bupati Tubaba – Lampung Umar Ahmad, Wali Kota Banjarmasin-Kalimantan Selatan Ibnu Sina, Wali Kota Ambon- Maluku Richard Louhenapessy, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Singkawang-Kalimantan Barat Tjhai Chui Mie, dan Wali Kota Mojokerto – Jawa Timur Ika Puspitasari.
Editor: Irwan
Discussion about this post