“Saat sudah mulai dikerjakan, kita pernah usulkan agar buat lubang untuk lalulintas arus, namun tidak diindahkan”, ujarnya.
Menurutnya, titik jalan yang mengalami kerusakan itu memiliki arus yang cukup kuat di musim barat. Sehingga dalam pembangunan jalan mesti dibuat celah berupa lubang untuk masuk keluarnya arus.
Akibatnya kerusakannya, hanya kendaraan roda dua yang dapat melewati jalur tersebut.
“Untuk memperbaiki kerusakannya, masyarakat berinisiatif untuk mengumpulkan uang secara swadaya untuk membeli batu kemudian memperbaiki kerusakan itu,” tutupnya.
Untuk diketahui, jalan yang dibangun dengan cara menimbun dan membelah laut dari bibir pantai Desa Horuo menuju Desa Mantigola itu memiliki panjang kurang lebih 1 km.
Proyek tersebut dikerjakan CV Saputra Group dengan anggaran sebesar Rp1.197.000.000, pada Mei 2020 lalu.
Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post