Oleh: AMR
Maafkan saya bila selalu gusar kala melihat tulisan di portal-portal berita yang berseliweran di beranda media sosial saya. Ada banyak kata yang penggunaannya tidak tepat. Sudah begitu, berulang terus. Boleh jadi, editor medianya menganggap itu sudah tepat sehingga tak pernah lagi mengecek akurasinya.
Itu baru dari sisi kata. Belum penempatan diksi plus kata sambung yang kerap amburadul. Saya kasian yang membaca karena bisa saja menganggap itu sudah tepat lalu ikut ikut digunakan saat menulis.
Tanpa bermaksud menggurui, saya memilih menulis beberapa kata yang sesungguhnya tidak tepat dan tidak baku dalam literatur Bahasa Indonesia. Tapi kita kerap kali menganggap itu sudah tepat. Biasakan yang benar, bukan benarkan yang biasa.
1. Embus
Kata ini selalu ditulis hembus. Misal menghembuskan napas terakhir. Harusnya mengembuskan napas. (Bukan nafas lho).
Ini juga gara gara Om Broery sih pake nyanyi…..Berhembus angin malam, kau diam…..hehe
2. Adang
Kata ini selalu ditulis hadang. Misal, menghadang langkahnya. Harusnya, mengadang langkahnya.
3. Imbau
Kata ini kerap ditulis himbau, termasuk instansi pemerintah pun menggunakan kata ini di spanduk dan baliho imbauan. Padahal jelas yang benar adalah imbau bukan himbau.
View this post on Instagram
4. Atlet
Baru saja saya membaca satu berita dengan judul, Atlit Sultra Raih Medali di PON. Padahal, seharusnya atlet….bukan atlit.
5. Cengkih
Discussion about this post