Kunci dari keberhasilan para peternak di Sulawesi Tenggara merupakan tradisi berternak yang sudah ada sejak lama dengan cara melepas liarkan sapi mereka di hutan maupun padang rumput.
Para peternak di Sulawesi Tenggara punya keunikan tersendiri, walaupun mereka membebaskan sapinya berkeliaran akan tetapi tidak ada satu pun yang tertukar ataupun hilang.
“Salah satu keunikan dari para peternak di Sulawesi Tenggara bisa dilihat dari cara mereka melepas liarkan sapi-sapinya di hutan maupun padang rumput. Karena dilepas liarkan, sapi-sapi ini jadi jarang berinteraksi dengan manusia dan potensi penularan PMK mengecil. Namun, risikonya saat melakukan quality control kita agak sulit melakukan pengecekan karena sapinya liar,” imbuh Usman.
Saat pemiliknya memanggil dengan panggilan tertentu, sapi-sapi mereka akan datang mendekat dari tengah hutan maupun padang rumput. Namun, hanya para pemilik yang mampu mendekati dan menyentuh sapi tersebut. Ketika ada orang asing mendekat mereka akan lari karena jarang berinteraksi dengan manusia kecuali pemiliknya.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim quality control Dompet Dhuafa yang datang ke lokasi. Maka dari itu KolaborAksi antara peternak dan tim Dompet Dhuafa sangat dibutuhkan untuk menyukseskan agenda quality control di wilayah Sulawesi Tenggara.
Hal ini pun bukan menjadi halangan bagi Dompet Dhuafa untuk memberikan pelayanan kurban terbaik bagi para sahibul kurban pada Iduladha 1443 H.
Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial.
Selama 28 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post