PENASULTRA.ID, BUTON SELATAN – Layanan Kesehatan Cuma Cuma (LKC) & Dompet Dhuafa Sultra menggulirkan Program Pos Gizi untuk mengatasi dan mencegah masalah stunting atau gagal tumbuh alias kerdil di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dipilihnya Kabupaten Buton Selatan karena daerah otonom hasil pemekaran Kabupaten Buton itu memiliki nilai angka stunting tertinggi di Sultra).
“Program Pos Gizi ini sasaran utamanya adalah anak-anak balita yang memiliki masalah gizi stunting atau berisiko stunting. Mereka semua berasal dari keluarga prasejahtera yang memang layak dan harus dibantu,” ujar Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sultra, Hassan Afif dalam keterangan persnya yang diterima Redaksi Penasultra.id, Senin 26 Desember 2022.
Peluncuran Program Pos Gizi di Desa Burangasi, Kecamatan Lapandewa, Busel itu merupakan penguatan setelah sebelumnya dilakukan program pendampingan Bidan Untuk Negeri yang sudah berjalan sejak Oktober 2022.
Peluncuran program ini diawali dengan diskusi interaktif dengan tema Kolaborasi Penurunan Stunting di Buton Selatan di Kantor BKKBN Buton Selatan. Hadir dalam diskusi tersebut General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, Asisten 3 Sekda Buton Selatan, Kepala BKKBN Buton Selatan, Kepala LKC Sulsel serta semua stakeholder yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting di Buton Selatan.
General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari menuturkan, implementasi penurunan stunting salah satunya adalah menghadirkan Pos Gizi. Penerima manfaat pada kegiatan pos gizi sebanyak 32 balita yang diindikasi gizi kurang dan stunting.
Pos gizi dilakukan sebanyak dua fase. Pada fase pertama sebanyak 13 orang balita aktif dalam kegiatan pos gizi yg telah dilaksanakan selama 2 hari.
Melalui Pos Gizi anak-anak beserta ibunya akan mendapatkan asupan makanan bergizi selama 12 hari berturut-turut. Mereka juga akan mendapatkan edukasi dan sosialisasi terkait pola hidup sehat dan asupan makanan bergizi oleh para kader kesehatan yang dikelola oleh Bidan Etty, bidan Dompet Dhuafa yang ditempatkan di wilayah tersebut.
“Diharapkan dengan pendampingan dari para kader bisa memberikan dampak siginifikan usai didampingi selama 12 hari tersebut,” harap dr. Yeni.
Discussion about this post