“Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terpaksa kita memproduksi minyak goreng secara mandiri. Apalagi kita tau bersama harga minyak goreng di pasar dan di kios sembako saat ini harganya semakin mahal mencapai Rp 50.000 per liternya,” beber Rosyid.
Ia berharap kepada pemerintah bisa mencari solusi agar harga sembako tidak mahal sekali terutama minyak goreng pabrikan.
“Kami bisa bikin minyak goreng lebih banyak, asalkan pemerintah bisa membantu kami menyiapkan alat produksi dan tambahan modal. Setidaknya hasil produksi kita bisa jual di pasar lokal Konut,” harap Rosyid.
Penulis : Iwan Charisman
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post