Kedelapan, membantu perkembangan daerah sejalan program pemerintah. “Kaltim dan Sulteng” semakin terbuka sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Dalam upaya “Menghubungkan Indonesia” guna memperkenalkan dan mempopulerkan destinasi yang dapat dijangkau secara point to point (penerbangan berdurasi jarak pendek dan menengah) hingga setingkat kecamatan, serta sebagai bagian upaya dalam percepatan pemulihan perekonomian dalam rangka pengembangan potensi unggulan di masing-masing destinasi (sektor pariwisata, UMKM, bisnis dan lainnya),” beber Danang.
Selanjutnya, kesembilan, mengoperasikan armada jenis baling-baling (propeller) tipe pesawat ATR 72-500 atau ATR 72-600, yang tepat sesuai infrastruktur bandar udara. Pesawat berkapasitas tempat duduk 72 kelas ekonomi, konfigurasi atau tata letak 2-2.
“Keunggulan pesawat dalam upaya menawarkan pengalaman terbaru bagi penumpang (pebisnis dan wisatawan), ATR 72 adalah pesawat berteknologi canggih dengan tingkat kenyamanan lebih terasa selama penerbangan karena dibekali interior yang dirancang lebih futuristik, dapat bersantai ketika di kabin, bisa bekerja atau hanya menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan karena pesawat mampu terbang rendah,” papar Danang.
Lalu yang terakhir, kualitas udara segar (fresh) terus menerus dipasok dengan tingkat pembaruan volume udara kabin yang tinggi, sehingga siklus udara terjamin bersih. Dalam hal ini, bagian kesungguhan terhadap kesehatan karyawan serta penumpang, seiring memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Wings Air mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan koordinasi dari internal, pemerintah daerah, regulator (pemerintah pusat), pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara serta berbagai pihak terkait lainnya dalam membentuk sinergitas yang mampu memperlancar proses perjalanan udara setiap penumpang dalam menjangkau dan melayani penerbangan di gerbang udara Balikpapan dan Palu yang terhubung langsung dengan tujuan di provinsi lain,” ujar Danang memungkasi.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post