Menurut dia, gagasan kegiatan ini juga adalah bagian tak terpisahkan dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh pekerja-pekerja pembentukan Provinsi Buton Raya yang kemudian berganti nama menjadi Kepulauan Buton.
“Secara kualitas kegiatan ini harus menghadirkan orang-orang yang berkompeten dalam urusan pemekaran/perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Buton. Dan memberi solusi kongrit atas masalah yang dihadapi dalam perjuangan ini,” ujarnya.
Secara kuantitas, mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Baubau itu, kegiatan itu sebisa mungkin menghadirkan perwakilan semua elemen masyarakat Kepulauan Buton yang berada disetiap sudut negeri ini.
Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau ini menjelaskan, untuk mendukung kerja-kerja teknis panitia maka ditetapkan Rumah Juang milik Abba Ghali Gantara untuk digunakan sebagai Posko Juang atau sekretariat panitia.
“Kita ingin kerja-kerja pembentukan Provinsi Kepulauan Buton pemekaran dari Provinsi Sulawesi Tenggara tetap dalam kerangka keberlanjutan kerja-kerja para pendahulu, juga tetap dalam semangat merangkai keberagaman dalam keseragaman,” pungkasnya.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post