La Ode Aka mengatakan, dalam menyuplai beras pihaknya telah membentuk 13 Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi perpanjang tangan dari Bulog yang tersebar di seluruh wilayah Bumi Laworo. Dimana 13 RPK itu menjual komoditas sesuai harga eceran terendah (HET) yang ditetapkan.
Jika ditemukan RPK yang menjual diatas HET, maka pihaknya tak segan-segan untuk memutuskan kerja sama dan mencabut izin RPK tersebut.
“Kalau ada RPK nakal maka langsung kita putuskan. Tidak boleh ada yang main-main dalam penjualan beras,” tutur Akas.
Sementara itu, Wa Upo, salah seorang warga mengaku bahagia karena dirinya bisa kembali membeli beras dengan harga murah.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa kembali membeli beras dengan harga murah. Cukup untuk pembukaan puasa,” Wa Upo memungkas.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post