Sosok yang selama ini telah luar biasa men-support dalam menjalankan tugas baik sebagai ayah bagi anak-anak dan juga tugas pengabdian sebagai pemimpin masyarakat dan daerah Sultra.
“Namun agama mengajarkan, sebagai orang yang beriman kita harus selalu sabar dan ikhlas menghadapi setiap ujian di dunia fana ini, termasuk ujian dalam kehilangan orang-orang yang sangat kita sayangi. Saya sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara, sangat mengetahui dan merasakan bagaimana perjuangan dan penderitaan almarhumah dalam membesarkan dan mendidik kami anak-anaknya, dengan segala keterbatasan pada saat itu,” tuturnya.
Ali Mazi mengenang peran luar biasa sang ibunda. Hanya dengan keyakinan terhadap kebesaran tuhan, melalui doa-doa dan zikir yang selalu dipanjatkan pada setiap salatnya, demi kesehatan, keselamatan dan kesuksesan anak-anak dan cucu-cucunya, sehingga beliau menjadi salah satu pendorong utama sejak ayahanda lebih dahulu dipanggil sang pencipta, untuk selalu kuat dan sabar menghadapi berbagai persoalan hidup dan kehidupan ini.
Ia juga menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak, tim dokter, dan para medis yang telah membantu sejak almarhumah menjalani perawatan medis. Termasuk kepada pemda Kabupaten Buton dan pemda Kota Baubau bersama masyarakat telah membantu sampai selesainya prosesi pemakaman almarhumah di tempat peristirahatan terakhir.
“Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada wakil gubernur Sultra, H. Lukman Abunawas, Kapolda Sultra, bapak Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya, Danrem 143 Halu Oleo bapak Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, dan pribadi Bapak H. Andi Amran Sulaeman mantan Menteri Pertanian RI serta seluruh pejabat dan tokoh berbagai elemen masyarakat telah melepas dan mengantarkan jenazah almarhumah dari Kendari ke Pasarwajo,” tandasnya.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post