Novel Hening bercerita tentang bagaimana mencekamnya dalam hening di rumah Mbah Uti. Ketika malam menjelang, keanehan mulai terlihat dari perilaku Mbah Uti. Seringkali Mbah berbicara sendiri dalam tidurnya, tersenyum, tertawa, meraung bahkan menangis.
Lebih mengerikan lagi, Mbah beberapa kali terlihat sedang berjalan di halaman rumah. Berinteraksi dengan makhluk–entah apa itu–yang tidak terlihat. Padahal untuk duduk di tempat tidur saja, Mbah sudah sangat sulit.
Novel Hening karya Brii ini tayang setiap Kamis dan Jumat yang saat ini sudah dapat dinikmati di Cabaca dengan 2 bab pertama yang dapat dinikmati secara gratis sebelum nantinya bisa diakses secara premium mulai dari Bab 4.
Nantinya pembaca dapat memanfaatkan misi seru mendapat Kerang (semacam koin di Cabaca) untuk mendapatkan akses membaca. Atau pembaca juga dapat memanfaatkan Jam Baca Nasional di Cabaca setiap harinya selama satu jam untuk untuk membaca secara gratis saat bukunya sudah tamat.
“Lokalitas yang kuat, ditambah kemampuan penulis untuk menggambarkan suasana yang membuat siapa saja jadi merasakan sensasi takut, itulah yang sepertinya membuat tulisan horor baik dari novel maupun media sosial, punya kans lebih besar untuk difilmkan,” ungkap Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca, saat diwawancarai secara daring pada Kamis 1 Desember 2022.
Tidak dapat ditampik, bahkan dalam keseharian saat santai dan berkumpul bersama teman, masyarakat kita gemar menceritakan pengalaman horor yang pernah dialaminya.
“Jadi, bisa dibilang pasarnya sudah ada dan cukup kuat,” ucap Fatimah.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post