PENASULTRA.ID, KENDARI – Beredarnya video yang memperlihatkan orang nomor satu di Provinsi Sultra dalam hal ini gubernur bersama sejumlah pejabat lainnya melakukan bagi-bagi uang kepada masyarakat dalam peringatan HUT Buton Utara (Butur) ke 15 tahun 2022 Kadis Kominfo Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kadis Kominfo Provinsi Sultra, Ridwan Badallah mengatakan, kegiatan saweran yang dilakukan Gubernur Provinsi Sultra Ali Mazi bersama sejumlah pejabat lainnya kepada masyarakat setempat merupakan bagian dari tradisi masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali Indonesia bagian timur yang lebih spesifik lagi Provinsi Sultra.
“Kita di Indonesia memberi uang sebagai hadiah sudah lumrah dalam sebuah perayaan, seperti Idul Fitri, imlek, perayaan pernikahan, kegiatan melayat, termasuk berbagai kegiatan tradisi lainnya. Kalau perayaan hari raya kita kenal sebagai istilah THR atau tunjangan hari raya. Kalau imlek dikenal istilah angpao. Dalam sebuah hajatan di daerah Jawa dikenal dengan istilah nyawer sedangkan di daerah Buton dikenal dengan istilah Pasali,” kata Ridwan Badallah, Minggu 3 Juli 2021.
Pasali inilah, lanjut Ridwan, yang dilakukan oleh Gubernur Sultra kepada masyarakatnya sebagai wujud kegembiraan dan harapan nasib baik bagi penerimanya maupun memberi. Sekaligus sebagai wujud syukur dan bahagia atas moment digelar saat itu. Kebetulan berada dalam momen acara gala dinner peringatan HUT Butur.
“Yang dilakukan bapak Gubernur Sultra adalah tradisi masyarakat Indonesia dalam meluapkan kegembiraan pimpinan terhadap masyarakatnya dalam suatu peristiwa perayaan HUT, sekaligus ungkapan rasa syukur dan terimakasih atas kehadiran mereka di acara tersebut dan bisa merasakan kegembiraan bersama masyarakat setempat,” ujar dia.
Ridwan mengakui, seiring perkembangan zaman dan kehidupan sosial masyarakat, tradisi nyawer atau pasali tersebut juga mengalami perkembangan atau perubahan, yang dahulu hanya berwujud uang, kini bisa diubah dalam bentuk apa saja, selama pemberian tersebut dinilai dibutuhkan oleh masyarakat atau penerima dan mampu memberikan rasa gembira serta syukur bagi kedua belah pihak.
Ridwan memberikan salah satu contoh perkembangan kegiatan nyawer atau pasali yang dilakukan oleh orang nomor satu di Indonesia, yang tidak lain adalah Presiden RI, Djoko Widodo, yakni mengganti pemberian tersebut dari bentuk uang ke pakaian seperti baju kaos dengan cara melemparkan kepada masyarakat.
Bahkan tidak tanggung-tanggung Presiden langsung memakaikan kepada masyarakat terpilih. Ini dilakukannya hampir setiap kali berkunjung ke daerah-daerah, sebagai bentuk kegembiraan bapak Presiden RI karena bisa datang ke daerah tersebut dan bertemu masyarakat yang juga menyambutnya ataupun menghadiri kunjungan Presiden RI.
“Jadi inilah salah satu budaya kita, yang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah kehidupan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Budaya suatu daerah tentu mempunyai ciri khas membedakan dengan daerah lainnya atau bahkan terkadang hampir sama namun penyebutan untuk tradisi tersebut yang berbeda. Seperti nyawer dan Pasali tadi, tidak lain dilakukan sebagai wujud rasa bahagia, syukur, dan saling berbagi rejeki, tanpa ada batasan nilai diberikan kepada masyarakat,” ungkap Ridwan.
Discussion about this post