PENASULTRA.ID, KENDARI – Puluhan penumpang Kapal Cantika Lestari 8F mengadakan aksi demo di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelayaran (KSOP) Kendari pada Kamis 10 Maret 2022.
Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan karena adanya penundaan keberangkatan bagi penumpang selama enam jam oleh pihak kapal yang rutenya dari Kendari ke Wanci (Wakatobi).
Salah seorang massa aksi, Ld. Asdar meminta pihak KSOP Kendari untuk mengkaji kembali serta memberikan jawaban yang jelas mengenai penundaan pemberangkatan.
“Tidak ada pemberitahuan serta merta menghentikan pelayaran. Saya sebagai penumpang merasa dirugikan dan terbuang waktuku. KSOP harusnya melihat kondisi di pelabuhan. Penumpang sudah banyak yang menunggu malah seolah ada penelantaran, kan ini tidak boleh karena kenyamanan para penumpang, ” kata Asdar.
Sementara itu, salah seorang penanggung jawab PT. Pelayaran Dharma Indah, Sardif Shipping mengatakan, Kapal Cantika Lestari 8F ini mestinya berangkat pada pukul 09.20 Wita, namun sampai pukul 15.00 Wita kapal ini belum juga diberangkatkan dan masih ditahan izin berlayarnya oleh KSOP Kendari.
“Kapal tiba-tiba ditunda keberangkatannya dengan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Apalagi jadwal itu belum diumumkan secara resmi dipublik, sehingga banyak penumpang merasa dirugikan, ” ujar Sardif.
Menurutnya, karena tidak mendapat kepastian soal jadwal keberangkatan, akhirnya sejumlah penumpang mempertanyakan perihal tersebut ke KSOP Kendari.
“Alhasil, berkat desakan penumpang dan permintaan kapal serta negosiasi dari Polsek pengawasan pelabuhan, sehingga kapal baru bisa diberangkatkan,” beber Sardif.
Sardif mengaku, sebelumnya pernah menghadiri panggilan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Sultra terkait jadwal keberangkatan yang sama (jadwal bertabrakan) dari kapal milik PT. Aksar dan dinilai merugikan pihak PT. Aksar.
Discussion about this post