Lebih dari itu, pada era Jenderal Andika, latihan-latihan internasional TNI, baik matra darat, laut dan udara, dilaksanakan dalam skenario dan manuver lapangan yang besar, yang memungkinkan lebih banyak prajurit yang membangun kemampuannya, mulai dari level operasional hingga para perencana operasi pertempuran.
Jenderal Andika sepertinya menyadari bahwa latihan internasional bisa menjadi alat uji kemampuan, transfer ilmu dan teknologi militer, serta sarana evaluasi bahwa arah pembangunan TNI sudah sesuai dengan perkembangan ancaman masa depan, baik yang akan terjadi di lingkungan nasional, di kawasan regional dan internasional.
Latihan internasional juga mempererat hubungan emosional antar prajurit, antar Angkatan Bersenjata dan juga nantinya antar negara.
Dengan berbagai langkah maju ini, kita patut mengapresiasi langkah Jenderal Andika yang dengan tangan dinginnya berhasil membuka berbagai latihan dan kerjasama internasional baru untuk membangun TNI yang bukan jago kandang, namun berkelas dunia.
Apa yang dilakukan oleh Jenderal Andika ini bisa menjadi inspirasi para petinggi dan perwira muda untuk membawa TNI menjadi entitas profesional yang membanggakan rakyat dan disegani di panggung internasional.
Jenderal Andika adalah contoh, menjadi pemimpin di negeri ini tidak boleh hanya bermain-main di zona nyaman.
Jenderal Andika seakan ingin berpesan agar semua prajurit TNI tidak malas belajar dan tidak lagi bergumul dengan ilmu taktik dan strategi usang, namun harus terus mengasah kemampuan dan menemukan taktik dan strategi baru, agar nantinya mampu menghadapi tantangan dan ancaman di masa depan, demi Indonesia tercinta.(***)
Penulis: Praktisi Media
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post