Hal senada juga diutarakan Rizky M Budu. Sebagai masyarakat dan pemuda Konut, Rizky menilai, dengan masuknya PT Antam kembali di Konut dapat memberikan pengaruh yang signifikan bagi daerah khususnya masyarakat.
“Sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya sektor pertambangan, perhubungan dan lain-lain dapat memacu dan meningkatkan APBD Konawe Utara yang masif,” jelasnya.
Tidak sampai di situ saja. Menurut Rizky, pemberdayaan tenaga kerja lokal dan pengusaha-pengusaha lokal diharapkan turut mendapat ruang kemitraan bersama PT Antam sebagaimana amanat UUD 1945 pasal 33.
“Selama ini 11 IUP yang beraktivitas di atas wilayah IUP Antam di Blok Mandiodo hanya mengeruk SDA Konut tanpa memberikan sumbangsih apa-apa bagi daerah. Kita hanya menemukan hamparan gunung merah serta kubangan-kubangan yang telah dirampok tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak manapun,” bebernya.
Sekelumit persoalan yang terjadi di Blok Mandiodo selama ini pun diungkap Rizky. Di antaranya, tidak adanya tata kelola tambang yang sehat, tidak ada reklamasi, penyaluran CSR tidak jelas dan praktek jual beli dokumen.
“Selama ini wilayah Blok Mandiodo hanya menjadi blok hitam yang kelam bagi Konawe Utara. Inilah yang harus kita basmi bersama. Memang perlu adanya keberanian yang besar dan kuat untuk melawan para mafia ini. Yang pasti, kehadiran Antam merupakan harapan baru bagi daerah dan masyarakat Konut,” kata Rizky memungkasi.
Penulis: Iwan Charisman
Editor: Irwan
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post