“Apresiasi kami kepada Kabupaten Garut karena dari dua bulan kegiatan TMKK, Garut bisa mencatatkan capaian hampir 500 persen. Begitu pula di tingkat provinsi sudah mencapai 128 persen. Ini merupakan perjuangan luar biasa,” kata Pintauli.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra kerja terkait, TNI Angkatan Udara, Darat dan Laut, dengan luar biasa mengoordinir para Babinsa di lapangan berkolaborasi dengan kader, nakes, penyuluh dan lini lapangan KB, tak henti-hentinya mengajak para Pasangan Usia Subur (PUS) untuk menjadi peserta KB,” tambah Pinta.
“Alhamdulillah Garut menjadi nomor satu di Jawa Barat. Luar biasa. Terima kasih kami ucapkan kepada Dandim, Danramil, para Babinsa yang sudah mendukung pelayanan KB. Ini bukti nyata TNI/Polri dan pemerintah bisa berkolaborasi dengan baik, memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Wakil Asisten Teritorial Kasdam III/Siliwangi, Letkol Kav Dedi Setiadi.
Momentum pelayanan KB dan sosialisasi kehamilan yang terencana dengan penggunaan alat kontrasepsi ini, sangat penting dan bermanfaat untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan kualitas hidup bayi agar terhindar dari stunting.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai hari ini saja. Kawan-kawan TNI, kader, penyuluh, bidan, PLKB terus berjuang meningkatkan kesertaan berKB. Karena dengan tingginya angka kesertaan berKB, bisa membantu Indonesia terlepas dari stunting. Pelayanan KB bukan hanya pelayanan KB, tapi juga akan berdampak positif pada penurunan angka kematian ibu dan penurunan stunting,” ujar Pinta.
Turut hadir secara luring di Makodim 0611/Garut mengikuti teleconference pada kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Garut, Kepala Dinas P2KBP3A Garut, Dandim 0611/Garut, Ketua Persit KCK Cabang XXII, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post