Senada, Misra menilai Bawaslu Muna ibarat “kambing ompong” dan wanita berhijab ini meminta Bram untuk mundur karena dianggapnya tak mampu menahkodai Bawaslu Muna.
“Jangan sia-siakan uang rakyat yang telah menggaji kalian (Bram Cs). Mundur sekarang juga,” tegas Misra.
Beberapa tuntutan Pospera Muna kepada Bram Cs yang semula diharapkan mendapatkan jawaban yang memberikan solusi, justru menambah “geram” ratusan massa aksi. Jawaban Bram dan Aksar yang dinilai bertele-tele dan terindikasi tak netral.
“Saya tidak tahu kenapa bisa bocor dan tidak tahu siapa yang bocorkan” jawab Bram.
Tak pelak lemparan batu ke arah petugas yang tengah menjaga ketiga komisioner Bawaslu itu tak terelakan. Kemudian dibalas dengan dentuman gas air mata yang dilontarkan oleh petugas kepolisian. Lemparan batu dan gas air mata pun mewarnai Unras di depan kantor Bawaslu Muna. Dengan penjagaan ketat petugas kepolisian, Bram cs diamankan ke dalam Kantor Bawaslu.
Dampak gas air mata tidak hanya mengenai massa aksi, petugas kepolisian dan wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan juga terkena imbasnya. Kendati satu orang dari massa aksi mengalami luka di kepala, namun pasca lemparan batu dan tembakan gas air mata terjadi, keadaan kembali tenang. Massa aksi langsung membubarkan diri dengan tertib.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post