Saat menggelar pertemuan, Asrun Lio didampingi oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Sultra Suharno, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Parinringi, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Andi Azis, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Isma, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Basiran.
Pada kesempatan itu, Kepala DPM-PTSP Parinringi mengatakan, keberadaan perusahaan tambang di Morosi membuat nama Sultra dikenal. Bahkan saat ini, sedang digagas lagi pendirian kawasan mega industri yang akan ditempatkan di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, di bawah PT. Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP).
Kawasan ini akan saling terkoneksi dengan kawasan mega industri di Morowali, Sulawesi Tengah, yang dibangun oleh PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Sehingga, kata Kadis DPM-PTSP, Maluku Utara juga sebaiknya membangun satu kawasan industri untuk diusulkan masuk dalam proyek strategis nasional.
Sementara itu Kepala Dinas ESDM Andi Azis mengungkapkan, saat awal-awal booming-nya sektor pertambangan, peran BUMN tidak signifikan. Dalam perjalanannya, muncul gagasan untuk menguatkan peran BUMN dalam industri pertambangan dalam rangka memperkuat keuangan daerah.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post