Ia mengatakan, per 30 November telah 20 negara melaporkan pertambahan kasus Omicron dan kemungkinan terus bertambah. Namun ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap melakukan berbagai upaya seperti disiplin protokol kesehatan serta percepatan cakupan vaksinasi
Di sisi lain, Nadia mengingatkan potensi adanya KLB atau kejadian luar biasa di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, dikarenakan cakupan imunisasi rutin yang mengalami penurunan.
“Seperti yang pernah disampaikan oleh Bapak Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bahwa cakupan imunisasi rutin kita mengalami penurunan, terutama sejak terjadinya pandemi. Sehingga anak-anak menjadi rentan untuk menderita penyakit yang harusnya bisa dicegah dengan imunisasi,” ujar Nadia.
Saat ini per data Oktober 2021, baru 31,5 persen dari total 514 kabupaten kota di Indonesia yang telah mencapai target imunisasi dasar lengkap. Beberapa wilayah sudah melaporkan kejadian baik sifatnya sporadik ataupun sudah masuk kategori KLB.
Ia meminta masyarakat segera hubungi Puskesmas setempat jika menemukan anak dengan lumpuh layuh akut, demam disertai bintik-bintik merah atau nyeri tenggorokan, untuk mendapatkan penanganan segera
“Kami juga mengingatkan pemda untuk dapat memberikan perhatian pada cakupan imunisasi anak-anak di wilayahnya. Upaya untuk melengkapi cakupan imunisasi rutin perlu dilakukan terutama di saat pandemi dapat kita kendalikan seperti saat ini,” Nadia menambahkan.
Ia mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapi relaksasi berbagai kegiatan, serta selektif memilih kegiatan-kegiatan yang prioritas saja dengan mengedepankan protokol kesehatan.
“Kita semua bisa berkontribusi dalam penanganan Covid-19. Apapun posisi kita, kita harus mampu untuk mengedukasi, mengubah perilaku, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19,” Nadia memungkasi.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post