Tetapi faktanya sampai hari ini, honor mereka masih Rp750 ribu perbulan. Tidak ada kenaikan sama sekali. Padahal, merujuk dari beberapa daerah lainnya ada yang melebihi honor di RSUD Kota Kendari.
“Setelah mendengar keluhan mereka, ternyata ada di beberapa daerah, seperti Konkep honor perawatnya itu sampai Rp2 juta. Nah ini Kota Kendari yang biaya taraf hidup disini besar, tentu ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” beber AJP.
Di kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra itu, meminta kepada Pemkot Kendari dalam hal ini Dinas Kesehatan dan RSUD agar memikirkan kesejahteraan para perawat honorer yang notabene selalu berada digarda terdepan dalam menangani pasien.
Bagi AJP, Pemkot Kendari tak ada alasan untuk tidak menaikan honor perawat. Bila melihat dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) RSUD Kota Kendari sudah sangat besar.
“Posisi saya disini hanya mengingatkan Pemkot untuk berbuat meski Dapil saya tapi kewenangan ada di Pemkot tidak bisa kita intervensi,” tuturnya.
Sepatutnya, kata AJP, honor Nakes bisa dialokasikan penambahan atau peningkatan honor perawat yang selama ini terus menjadi bahan perbincangan dikalangan para honorer. Apalagi tambah dia, diluar lingkup RSUD Kota Kendari, ternyata perawat honorer yang kerja di Puskesmas itu tidak mendapat honor.
“Saya cuman menerima aspirasi perawat yang datang mengeluh. Saya harap Pemkot bisa mempertimbangkan kenaikan honor mereka,” ujar AJP memungkasi.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post