PENASULTRA.ID, BAUBAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Dinas Perikanan Buton terus mendorong pembangunan desa pesisir dan perikanan kecil melalui dana desa.
Salah satu caranya dengan mengadakan lokalatih integrasi kegiatan berbasis kelautan dan perikanan ke dalam dokumen perencanaan desa pesisir disalah satu hotel di Baubau pada 6-7 April 2022.
Lokalatih yang dihadiri 56 orang dari 11 desa pesisir di Kecamatan Wabula dan Kapontori Kabupaten Buton ini didukung oleh Rare Indonesia.
Direktur Senior Program dan Kebijakan, Rare, Hari Kushardanto mengatakan, Rare mendukung penuh kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pelaksanaan program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) untuk mencapai kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
“Serta pemanfaatan dana desa yang efektif bagi keberlanjutan program,” kata Hari melalui rilis persnya, Kamis 7 April 2022.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Buton, Rasmin Rahman mengatakan, Pemkab menyadari bahwa potensi kelautan dan perikanan di wilayah Buton sangat menjanjikan, akan tetapi masih belum dikelola dengan maksimal.
Olehnya, melalui program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) diharapkan adanya beberapa inovasi baru yang dapat direncanakan dalam program pembangunan desa untuk membantu meningkatkan taraf kehidupan nelayan.
“Tetap menjaga sumber-sumber ikan dengan bijaksana dan menerapkan pengaturan tangkap kearifan lokal yang disebut Ombo,” ujar Rasmin.
Menurutnya, Pemkab Buton berkomitmen untuk terus mengawal kegiatan-kegiatan yang direncanakan dalam membantu mewujudkan kesejahteraan nelayannya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas PMD Buton, Murtaba Muru mengatakan, dalam menyusun rencana pembangunan desa-desa pesisir, ada landasan hukum yang jelas dengan adanya berbagai aturan yang dikeluarkan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah.
Discussion about this post