“Begitu pula kebijakan untuk meminimalkan terjadinya regulatory arbitrage antar-sektor di industri jasa keuangan. Kami akan terus meningkatkan kontribusi SJK dalam mendukung tercapainya SDGs melalui sustainable finance,” bebernya.
Sementara upaya memperluas akses keuangan dan peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat, pelaku usaha ultra mikro dan UMKM akan ditingkatkan secara masif.
“Berbagai inisiatif dalam meningkatkan akses dan literasi keuangan akan terus didorong, seperti KUR klaster, Bank Wakaf Mikro dan lain-lain,” tambah Wimboh.
Berbagai kebijakan OJK ke depan ini akan dituangkan dalam master plan sektor jasa keuangan 2020-2024 yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.
“Rakerstra OJK 2021 kali ini mengundang Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menyampaikan berbagai perkembangan perekonomian di NTT dan mendiskusikan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi di NTT yang bisa didorong oleh sektor jasa keuangan,” tutup Wimboh.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post