Sementara itu, menanggapi maraknya ancaman dari konflik agama, Imam Moulana Shafiek Nolan di Westridge Afrika Selatan mengungkapkan bahwa DPCW menekankan pentingnya perdamaian antar agama dan pengakhiran konflik agama.
“Dialog kitab suci bulanan yang diselenggarakan oleh HWPL terutama bertujuan untuk menciptakan sebuah platform untuk mematahkan kesalahpahaman tentang kitab suci dan praktik keagamaan, yang mencerminkan nilai-nilai yang dinyatakan dalam DPCW,” ujarnya.
Ketua Man Hee Lee dari HWPL mengatakan bahwa peperangan dan konflik terus terjadi karena peperangan dapat dipicu jika itu dianggap perlu menurut hukum internasional saat ini. Itulah sebabnya ini tidak dapat mengakhiri perang.
“Semua anggota masyarakat global perlu bersatu sebagai “para pembawa pesan perdamaian” untuk menciptakan sesuatu (hukum internasional untuk perdamaian) yang pasti yang dapat membawa perdamaian,” tekannya.
Sebelumnya, pada 28 Februari lalu, HWPL telah mengeluarkan pernyataan tentang invasi Rusia ke Ukraina yang mencakup perlindungan pengungsi dan solidaritas pemuda global melawan perang dan mengirimkannya kepada 192 negara.
DPCW menyajikan prinsip-prinsip perdamaian untuk dipromosikan oleh masyarakat internasional seperti melarang penggunaan kekuatan, mendorong kebebasan beragama, dan partisipasi masyarakat untuk menyebarkan budaya perdamaian.
Hal ini menyoroti bahwa perdamaian berkelanjutan dapat dicapai melalui semua anggota masyarakat global dengan mengidentifikasi tidak hanya negara-bangsa tetapi juga organisasi internasional dan semua warga negara sebagai aktor utama dalam membangun perdamaian.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
https://youtu.be/aEWnPFzZ29o
Discussion about this post