PENASULTRA.ID, MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berhasil meraih dua penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Emas 2023 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Raihan Proper Emas ini diberikan untuk Integrated Terminal (IT) Makassar dengan program pemberdayaan masyarakat Sekolah Anak Percaya Diri dan Fuel Terminal (FT) Parepare dengan program pemberdayaan masyarakat Kampung Energi Berdikari Bacukiki.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga mendapatkan tiga Proper Hijau dan tujuh Proper Biru. Tiga Proper Hijau yang diraih oleh DPPU Hasanuddin, FT Poso dan IT Bitung. Kemudian tujuh Proper Biru diraih oleh FT Palopo, FT Kendari, FT Raha, DPPU Mutiara, FT Toli Toli, FT Tahuna dan DPPU Samratulangi.
Tidak hanya itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pun meraih Juara 1 video terbaik Proper 2023 untuk video Program IT Makassar-Sekolah Anak Percaya Diri yang diserahkan langsung oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Ir. Sigit Reliantoro.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, raihan ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, tidak hanya mementingkan keuntungan semata namun tetap mengedepankan aspek utama lainnya yaitu lingkungan dan masyarakat.
“Dimana prinsip-prinsip implementasi inovasi sosial yang dilakukan dengan dasar pemetaan sosial yang dilakukan lebih dulu diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat dan mampu mengembangkan masyarakat agar berdikari dan mandiri,” kata Fahrougi, Kamis 21 Desember 2023.
Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat yang berjalan di unit operasi peraih Proper Emas, salah satunya yakni program Sekolah Anak Percaya Diri (SAPD) IT Makassar. Program ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi kondisi sosial anak-anak di daerah pesisir agar lebih percaya diri dan mampu menggali minat bakatnya.
Namun lebih dari itu, inovasi sosial melalui pendekatan kurikulum yang dibuat bersama dengan berbagai pihak seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Pendidikan, LPH Apik bahkan muspida setempat serta aktor lokal di sana, mampu mewujudkan sebuah ekosistem pendidikan non formal yang diterima di masyarakat dan mencetak anak-anak yang berprestasi.
Discussion about this post