“Industri event pariwisata dalam skala daerah maupun nasional yang selama ini hampir jeda bisa kita bangkitkan kembali dengan mekanisme dan protokol CHSE secara disiplin,” ujar Tina.
Ia berharap, forum ini dapat menjadi ruang bagi pemda, para pelaku wisata, ekonomi kreatif Sultra serta Kemenparekraf untuk bersama membangun langkah cepat dan adaftif dalam mendorong bangkitnya kembali sektor pariwisata dan ekraf, khususnya bagi event-event pariwisata.
“Tentu dengan mengutamakan dan membudayakan protokol Covid-19 secara disiplin dan penuh kesadaran bersama,” Tina menambahkan.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sultra, La Ode Syaifuddin mengatakan, event pariwisata adalah bagian penting yang dapat mempromosikan pariwisata di Sultra hingga keluar daerah.
“Ada beberapa event besar yang akan dihadapi Sultra. November 2021 yakni Wakatobi Wave dan Festival Labengki pada Desember 2021 mendatang. Ini akan menerapkan protokol CHSE,” Syaifuddin memungkasi.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post