“Ini bukti. Artinya, Antam menjalankan pakta integritasnya meningkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dari segi pendidikan juga Antam berkontribusi. Bisa cek ke Dinas Pendidikan, bahkan saat Covid-19 Antam juga sangat antusias membantu pemerintah. Kita bukan memuji tapi sebagai akademisi harus memberi support kepada perusahaan negara, itu kewajiban kita selagi masih di jalan yang benar,” beber Gafur.
Untuk itu, pria yang juga berprofesi sebagai pengacara muda asal Konawe Utara ini mengimbau masyarakat mendukung kehadiran PT Antam. Sebab, menurut dia, bangsa yang besar ketika BUMN nya juga besar.
“Jadi tudingan Antam merusak alam gak benar, justru Antam hadir saat ini untuk memperbaiki bekas garapan para penambang ilegal. Kita support Antam. Yang harus kita lawan hari ini dan seluruh stakeholder Konawe Utara adalah pelaku mafia tambang ilegal yang berkontribusi merusak alam Bumi Oheo baik yang ada di blok Mandiodo, Morombo dan Matarape. Sebab selain merusak alam mereka sudah pasti tidak bayar pajak,” papar mantan ketua HIPPMA Konut itu.
“Saya juga menegaskan agar Antam jangan mentolerir penambang ilegal baik lokal maupun bukan lokal apalagi mau main mata. Jika itu terjadi sekalipun dia perusahan BUMN kita juga usir dari Bumi Oheo,” pungkas Gafur.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post