“Kalau untuk sektor pajak PPJ non listrik itu obyeknya khusus tempat usaha yang memiliki sumber tenaga listrik sendiri, seperti yang ada di PT OSS dan VDNI karena memiliki sumber daya genset yang berkapasitas besar,” ujar Cici.
Ia mengatakan, realisasi sumber PAD sebesar Rp61 miliar belum termasuk dari PT. VDNI. Sehingga dipastikan masuknya pajak daerah dari perusahaan PT. VDNI akan memberikan sumbangsih PAD yang maksimal.
“Progresnya kita sudah bisa lihat. Diawal tahun anggaran ini saja kita sudah bisa mencapai 60 persen. Jadi saya yakin target PAD 2022 Rp102 miliar, bisa kita capai sebelum akhir tahun anggaran,” Cici memungkasi.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post