“Olehnya itu mari kita manfaatkan secara maksimal event atau kegiatan ini untuk mendorong peningkatan investasi di sektor UMKM, guna memacu pertumbuhan ekonomi di daerah Sultra sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ali Mazi dalam sambutannya pada acara Pameran Potensi Unggulan dengan tema Gelar Peluang Investasi UMKM se-Sultra di Kolaka Utara, Minggu 20 November 2022 lalu.
Upaya yang dilakukan pemerintah, memerlukan komitmen, dukungan dan kontribusi semua pihak. Dalam hal ini, DPM PTSP Sultra sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang diberikan amanat oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menjalankan fungsi, tugas dan kewenangan melaksanakan percepatan investasi daerah.
Menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kolaborasi antara pengusaha besar dengan UMKM, berupaya untuk senantiasa memberikan kontribusi yang terbaik bagi pengembangan dan pemberdayaan UMKM.
Olehnya, Ali Mazi mengajak semua elemen pembangunan di Sultra, menjaga kondusifitas masyarakat dan wilayah guna mendukung peningkatan investasi di Sultra, sehingga nantinya memberikan dampak peningkatan aktivitas ekonomi yang diharapkan berimplikasi positif bagi terwujudnya Sultra yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat, secara berkelanjutan menuju Sultra masa depan Indonesia Maju.
Kepercayaan Investor Semakin Tinggi
Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam data realisasi investasi periode Triwulan IV 2022 (Oktober-Desember) pada 24 Januari 2023 mencatat capaian realisasi investasi meningkat cukup signifikan dibandingkan triwulan yang sama tahun 2021 lalu, yaitu sebesar 30,3 persen dengan total investasi mencapai Rp314,8 triliun.

Realisasi investasi pada periode ini berhasil menciptakan lapangan kerja bagi 339.879 tenaga kerja Indonesia.
“Angka ini turun sebesar 1,3 persen secara quarter on quarter atau QoQ. Tetapi naik sebesar 28,7 persen secara tahunan atau year on year,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Selasa 24 Januari 2023 lalu.
Adapun penanaman modal dalam negeri atau PMDN mencapai Rp139,6 triliun atau sebesar 44,4 persen dari seluruh realisasi investasi di Triwulan IV 2022. Angka tersebut naik 0,5 persen secara QoQ dan naik 17,0 persen secara yoy.
Sedangkan penanaman modal asing atau PMA tercatat mencapai Rp 175,2 triliun atau sebesar 55,6 persen dari seluruh realisasi investasi di periode yang sama. Besarannya naik 3,7 persen atau 43,3 persen secara tahunan (yoy).
Data tersebut juga mengukur realisasi investasi diluar pulau Jawa pada Triwulan IV 2022 lebih besar dibandingkan di pulau Jawa, yakni Rp 164,2 triliun atau tumbuh 52,2 persen. Sedangkan, realisasi investasi di pulau Jawa sebesar Rp150,6 triliun atau tumbuh 47,8 persen.
Menurut Bahlil, capaian investasi diluar Jawa tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah melalui arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun Indonesia sentris sangat terjaga, utamanya dalam konteks investasi.
“Karena kita tahu bahwa investasi adalah instrumen untuk menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru, dan sekaligus sebagai faktor penetrasi dalam rangka penciptaan lapangan pekerjaan. Sehingga kita tidak hanya membangun Indonesia Jawa sentris tapi Indonesia sentris,” ujar Bahlil.
“Data ini menunjukkan kepercayaan investor dalam dan luar negeri yang semakin meningkat terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di bidang investasi,” Bahlil memungkas.(Adv)
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post