Terkait kemasan, Pemkot Baubau bersama Bulog Baubau berencana menamakannya dengan beras “Ngkaring-Ngkaring PO 5”. Hal itu agar masyarakat menerapkan nilai dan prinsip PO 5.
“Yakni membangun persatuan dan kesatuan dengan saling membantu, melindungi, menyokong untuk terwujudnya Baubau yang maju, sejahtera dan berbudaya,” ungkap Rony.
Sementara itu, Kepala Bulog Baubau, Ardiansyah mengatakan, ada dua tipe beras yang diproduksi, yakni beras kualitas medium dan premium. Namun, yang akan disalurkan ke ASN Baubau adalah kwalitas premium.
“Soal stok dipastikan petani akan menyimpan gabahnya terlebih dahulu sehingga pada saat mau butuh uang baru menjual berasnya. Harganya tidak akan berubah dari Bulog dan konsumennya juga merasakan beras baru,” tutup Ardiansyah.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
https://youtu.be/VRMNu2xWe4A
Discussion about this post