Oleh sebab itu, momentum Nuzul Quran dapat memberikan spirit untuk menunjukkan eksistensi islam sebagai agama yang paripurna dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi dan menghargai perbedaan serta menentang perilaku intoleransi dan radikalisme.
Lanjut dia sebagai petunjuk hidup Alquran memiliki dimensi historis, ruang dan waktu yang berbeda. Bacaan Alquran membutuhkan pengetahuan yang bersifat interdisipliner terutama dalam menggali dan mengkaji makna terkandung didalamnya.
“Alquran sebagai kitab suci yang diturunkan pada bulan suci Ramadan dengan tujuan untuk mensucikan umat islam. Sebagai umat islam tentu kita merasa bangga memiliki kitab yang dijamin kebenarannya. Namun rasa bangga tidaklah cukup tetapi harus dibarengi dengan aktualisasi nilai-nilai Alquran,” ungkap Monianse.
Untuk itu, semoga momentum Nuzul Quran dapat melahirkan inspirasi-inspirasi baru untuk memacu lahirnya kecintaan yang mendalam terhadap Alquran sekaligus menjadikannya sebagai rujukan dalam bersikap dan bertingkah laku.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post