Di sisi lain, perkembangan media dan Pers yang seperti menghadapi kerancuan di tengah disrupsi media haruslah membuat wartawan berupaya agar kepercayaan dan keutamaan produk-produk jurnalistik yang dihasilkan beretika dan profesional tetap berada di arus utama. Meskipun ada kecenderungan pula terjadinya pertautan atau kolaborasi dengan media sosial.
“Sudah menjadi hal yang biasa ketika berita pun akhirnya muncul di platform media sosial,” kata Tri Agung Kristanto.
Pada situasi seperti itu, menurut Sekretaris DK, Sasongko Tedjo, tugas berat dihadapi Dewan Pers, organisasi media maupun organisasi wartawan untuk tetap konsisten menjaga marwah Pers sehingga tetap dipercaya masyarakat.
DK mengharapkan agar PWI sebagai organisasi wartawan yang terbesar dan tertua mampu mengelola dengan baik kelembagaannya agar kompetensi dan kredibilitas wartawan tetap terjaga. Walaupun lanskap media makin menghadapi kerancuan namun harapan dan titik terang selalu ada.
Untuk itu harus benar-benar bisa membedakan mana produk jurnalistik dan mana yang bukan. Meskipun akhirnya wartawan harus merelakan ketika berita pun menjadi bagian dari konten media sosial.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post