“Olahraga dan seni adalah media universal yang mampu membangkitkan kepercayaan diri dan kemandirian anak-anak ini. Melalui acara hari ini, kita menyaksikan langsung bagaimana mereka berani mengeksplorasi kemampuan baru, berinteraksi dengan percaya diri, dan merasakan diri mereka sebagai bagian utuh dari masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran Aice dalam gerakan ini.
“Dukungan konkret seperti ini membuktikan bahwa inklusivitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga sosial, tetapi juga korporasi. Kami berharap sinergi antara Aice, STY Foundation, dan masyarakat dapat memicu gelombang kesadaran yang lebih luas, sehingga potensi luar biasa anak-anak ini tidak lagi terabaikan,” terangnya.
Pendidikan Inklusif adalah Fondasi Perubahan
Sebagai tuan rumah acara, Perwakilan Saraswati Learning Center menyatakan bahwa pendidikan inklusif adalah kunci menciptakan lingkungan ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
“Kolaborasi dengan Aice dan STY Foundation menjadi bukti bahwa perubahan nyata bisa terwujud ketika semua pihak bergerak bersama. Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah awal untuk membuka lebih banyak ruang ekspresi dan pembelajaran bagi mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia membagikan kisah inspiratif dari peserta.
“Bagi banyak anak di sini, ini adalah pengalaman pertama mereka bermain sepak bola atau melukis di tengah dukungan penuh. Ada yang awalnya malu, kini mulai berani menunjukkan bakatnya. Ini adalah momen bersejarah yang harus kita replikasi di seluruh Indonesia, terutama di daerah pelosok yang masih minim akses,” tegasnya.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post