PENASULTRA.ID, KOLAKA – Memasuki musim hujan, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat. PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa merespons cepat dengan turun langsung ke Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Kamis 25 Juni 2026.
Kegiatan bertajuk promosi kesehatan ini menyasar langsung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan gerakan 3M Plus. Ratusan warga, khususnya ibu-ibu Posyandu, antusias mengikuti edukasi di Balai Desa Pesouha.
PT Vale IGP Pomalaa memilih Desa Pesouha karena DBD masih menjadi penyakit dengan temuan kasus yang relatif tinggi di wilayah pemberdayaan perusahaan, terutama saat curah hujan meningkat.
Penanggung Jawab Medis PT Vale IGP Pomalaa dr. Fathurrahman menjelaskan, pemberantasan jentik nyamuk Aedes Aegypti merupakan salah satu dari 10 indikator PHBS yang harus dipenuhi masyarakat.
“Nyamuk aedes aegypti berkembang biak di genangan air bersih. Karena itu kami mendorong warga menerapkan gerakan 3M secara rutin. Pertama, menguras penampungan air seminggu sekali. Kedua, menutup rapat semua sumber penampungan air. Ketiga, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air hujan,” ujarnya.
Menurut Fathurrahman, kesehatan masyarakat di area operasional perusahaan tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan. Sanitasi, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga kebersihan saluran air menjadi kunci utama.
“Produktivitas warga sangat dipengaruhi faktor kesehatan. Akarnya ada di kebersihan lingkungan rumah. Melalui edukasi ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, hingga lingkungan terus meningkat,” ungkapnya.
Kegiatan promosi kesehatan tersebut digelar berbarengan dengan Posyandu Desa Pesouha. Hasilnya, jumlah ibu dan balita yang hadir meningkat signifikan.
Kepala Desa Pesouha, Yastin Sutrisno memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, edukasi PHBS sangat krusial karena berkaitan langsung dengan gizi dan tumbuh kembang anak.


Discussion about this post