Selain Rapidin Simbolon, nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi salah satu nama Cagub yang berpeluang besar untuk menang. Pengalaman sebagai Bupati Belitung Timur (2005-2010). Lalu pada Tahun 2006, Ahok mengundurkan diri sebagai Bupati karena maju sebagai calon gubernur Bangka Belitung.
Kemudian Ahok maju dan duduk sebagai Anggota DPR RI, dari partai Golkar (2009-2014). Ahok kemudian menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta (2012-2017). Terakhir Ahok diberi amanah sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina, dan mengundurkan diri (2024).
Kader PDIP menilai Ahok sebagai sosok yang tepat memimpin provinsi “para ketua”, Sumut. Ahok diyakini memiliki keberanian ‘nenek lu” menghadapi “para ketua”, seperti dilakukannya saat memimpin Jakarta. Meski Ahok sebenarnya “over capacity” jika menjadi Cagub Sumut, karena Ahok semestinya calon presiden.
Namun berdasarkan realitas politik, Ahok akan didorong maju sebagai Cagub, karena dinilai mampu menghadapi kekuatan politik dinasti yang akan maju di Pilkada Sumut. Pilkada rasa Pilpres akan terjadi di Sumut, maka Ahok lah yang diyakini mampu menjadi Cagub melawan siapapun kompetitor di Pilgub 2024.
Terutama jika Pilkada Sumut akan diikuti oleh 4 pasangan calon (Paslon), yakni menantu Jokowi, Edy Rahmayadi, dan Musa Rajekshah (Ijeck), maka Ahok akan memenangkan Pilkada Sumut. PDIP akan menciptakan sejarah baru dengan Gubernur baru di Pemilu 2024.(***)
Penulis adalah Fungsionaris PDIP
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post