Oleh: Rusdianto Samawa
Kalau Partai Demokrat mau menangi Pilpres 2024, bertahanlah Bung. Toh, kalau menang, juga menang bersama. Tak ada menang sendiri. AHY bisa jadi motor penggerak perubahan sesuai tingkat kecerdasan-emosional-persahabatan yang terjalin. Sebagaimana pidatonya selama ini.
Kalau AHY bersama Partai Demokrat gabung pada koalisi PDIP, maka menjilat ludah sendiri atas pidato-pidato apiknya selama beberapa bulan ini. Kekalahan bertambah panjang dalam pemilu 15 tahun ini. Bertahanlah.
Misi terbaik partai Demokrat adalah memenangkan Pileg, Pilkada, Pilgub dan meluaskan dukungan, menarik simpati oposisi. Bertahanlah dalam koalisi perubahan dan perbaikan (KPP).
Walaupun, pertimbangan itu pahit dan getir. Tapi, selera tinggi politik boleh diturunkan satu langkah untuk mendapat kemajuan yang berarti. Karena sejatinya, politik rakyat dibawah masih melihat keberhasilan pemerintahan SBY-JK-Boediono dalam menopang, menuntun dan mendidik demokrasi.
SBY telah menata sistem demokrasi. Rezim Jokowi telah memangkas pilar penting demokrasi yakni membatasi kebebasan berpendapat, Paspamres menculik warga Aceh, memakai pasal karet dalam UU ITE untuk bungkam oposisi, ancaman terhadap aktivis antikorupsi, membiarkan persekusi dunia maya (BuzzerRp), investasi yang korup, IKN yang belum jelas, kemiskinan ekstrem dan lainnya.
Semua itu, terungkap dalam Pidato AHY: “hukum tajam kebawah, Tumpul Keatas.” Pidato AHY sudah menunjukan kelasnya. Refleksikan kekuasaan rezim yang totalitarian terhadap rakyat. Partai Demokrat sudah benar pada jalur Koalisi Perubahan dan Perbaikan (KPP) yang cerminkan pidato-pidato dan/atau orasi politiknya dipanggung. Bertahanlah.
Discussion about this post