Meningkatnya mobilitas manusia, perjalanan internasional yang lebih mudah, serta perubahan dalam pola migrasi manusia telah mempercepat penyebaran penyakit menular di seluruh dunia.
Faktor-faktor seperti urbanisasi yang pesat, populasi yang padat, dan perjalanan internasional yang sering kali tidak terkontrol, semakin mempercepat penyebaran penyakit menular. Selain itu, perubahan iklim juga dapat mempengaruhi pola penyebaran penyakit dengan mempengaruhi habitat vektor penyakit, seperti nyamuk yang membawa malaria atau demam berdarah.
Ketidaksetaraan Akses Terhadap Perawatan Kesehatan
Di era modern yang maju secara teknologi ini, masih terdapat ketidaksetaraan yang signifikan dalam akses terhadap perawatan kesehatan di seluruh dunia. Banyak negara yang menghadapi tantangan dalam menyediakan infrastruktur kesehatan yang memadai, kurangnya tenaga medis terlatih, dan biaya perawatan yang tinggi.
Ketidaksetaraan ini memperburuk beban penyakit global, karena individu yang tidak memiliki akses terhadap perawatan yang tepat rentan terhadap penyakit dan komplikasi yang dapat dicegah.
Di negara-negara berkembang, akses terhadap perawatan kesehatan sering kali terbatas oleh faktor-faktor seperti kemiskinan, jarak geografis, dan kurangnya infrastruktur kesehatan. Banyak orang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan dasar, obat-obatan yang diperlukan, dan tenaga medis yang terlatih.
Hal ini menyebabkan banyak penyakit dapat berkembang tanpa pengobatan yang tepat, dan individu tidak dapat menerima perawatan yang mereka butuhkan.
Di sisi lain, di negara-negara yang lebih maju, masalah akses terhadap perawatan kesehatan juga masih ada. Meskipun infrastruktur kesehatan yang lebih baik dan akses terhadap tenaga medis yang terlatih tersedia, biaya perawatan yang tinggi dan sistem yang kompleks membuat beberapa orang sulit mendapatkan akses ke perawatan yang mereka butuhkan.
Ini terutama mempengaruhi mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan yang memadai atau sumber daya finansial yang cukup.(***)
Penulis adalah Mahasiswa S2 Universitas Mandala Waluya
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post