Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Para pengelola pesantren turut difasilitasi untuk melakukan studi banding ke pesantren yang telah lebih maju, guna memicu semangat dan inovasi dalam mengembangkan usaha.
“Pendekatannya tidak seragam, kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Harapannya mereka bisa berkembang dan mandiri,” Edwin menambahkan.
Melalui langkah ini, BI Sultra ingin mendorong pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pilar ekonomi baru yang mampu berkontribusi pada stabilitas pangan dan penguatan ekonomi syariah di daerah.
Dengan potensi yang terus digarap, pesantren di Bumi Anoa kini perlahan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi berbasis komunitas yang menjanjikan.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post