“Bahkan bisa mencapai 35 derajat di beberapa daerah. Musim kemarau untuk wilayah Sultra sudah masuk dari bulan Juli, kecuali untuk daratan Muna, lebih awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, suhu udara panas di siang hari pada musim kemarau adalah hal yang wajar, sebab hanya sedikit atau bahkan tidak ada awan yang menutupi, sehingga radiasi matahari langsung sampai ke permukaan bumi secara besar-besaran.
“Jika ada awan suhu udara tidak akan terlalu panas karena awan memantulkan radiasi matahari sehingga radiasi matahari yang sampai di bumi berkurang,” beber Siti Risnayah.
Ia memprediksi, pada November 2020 ini, secara umum Sultra akan memasuki musim hujan.
Penulis: Lalu Muh Fadli
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post