Salah satu pilar utama dari “Politik Kehadiran” yang diusung Jaelani adalah keberpihakan total pada sektor pertanian. Jaelani menyadari bahwa mayoritas masyarakat Sultra menggantungkan hidup pada tanah.
“Seluruh kader harus turut mendorong kebijakan yang menjamin ketersediaan pupuk, stabilitas harga pasca panen, dan akses permodalan yang mudah bagi petani kecil. Semangat ini yang terus diingatkan oleh Ketua Umum Gus Muhaimin Iskandar kepada seluruh kader PKB di bawah,” tutur Jaelani.
Di tengah kondisi iklim yang tidak menentu hingga dampak kesehatan dari penggunaan bahan kimia berlebihan di sektor pertanian, Jaelani mendorong perlunya revolusi pertanian ke sistem pertanian organik.
Hal ini untuk menjaga kualitas lahan dan kesehatan konsumen jangka panjang. Jaelani berkomitmen mengampanyekan transisi menuju pertanian organik.
“Hal ini dimaksudkan agar petani Sultra tidak lagi bergantung pada bahan kimia mahal dan mampu menghasilkan komoditas unggul yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional,” paparnya.
Tak hanya itu, Jaelani turut mendorong kebijakan khusus tentang perhatian kepada petani milenial yang nantinya jadi aset dalam regenerasi di sektor pangan.
Tak hanya di darat, visi Jaelani merambah hingga ke pesisir. Sebagai provinsi kepulauan, sektor kelautan dan perikanan menjadi perhatian serius dalam periode kepemimpinannya kali ini.
“PKB Sultra akan fokus pada penguatan armada tangkap nelayan lokal kita serta perlindungan wilayah tangkap dari praktik illegal fishing. Jaelani menekankan pentingnya hilirisasi produk perikanan agar nelayan mendapatkan nilai tambah,” beber Jaelani
Di sektor peternakan, Jaelani mendorong program penggemukan ternak berbasis komunitas yang terintegrasi dengan ketersediaan pakan lokal, guna meningkatkan taraf ekonomi keluarga di pedesaan.
Di sektor kehutanan dan lingkungan, Jaelani mengaku, seluruh kader harus bisa mengawal kebijakan kehutanan yang seimbang. Hal ini menjadi salah satu cara menghadapi tantangan perubahan iklim. Pemanfaatan hasil hutan harus berjalan beriringan dengan rehabilitasi lahan.
“Kita tidak boleh mewariskan kerusakan lingkungan kepada anak cucu kita. Pembangunan harus berkelanjutan,” Jaelani memungkas.
Pengukuhan kembali Jaelani diharapkan membawa energi baru bagi PKB Sultra untuk terus bertransformasi menjadi partai yang solutif, hijau, dan konsisten membela kepentingan rakyat kecil di Bumi Anoa.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post