Ia juga menekankan langkah konkret yang dapat dilakukan, seperti pemanfaatan pekarangan rumah untuk bercocok tanam serta penerapan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Selain itu, Siska mengingatkan masyarakat untuk menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan dan mubazir.
“Kita harus meminimalkan pemborosan. Kelebihan makanan seperti nasi atau sayuran seharusnya dikelola dengan baik, bukan dibuang. Di sinilah peran PKK untuk terus mengedukasi hingga ke level rumah tangga,” Siska memungkas.
Melalui sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan masyarakat, program PKK Kasoami diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menstabilkan ekonomi daerah dari akar rumput.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post